ONG39 – Ikatan antara Cina serta Australia dalam sebagian tahun terakhir hadapi kenaikan ketegangan yang nyata serta bermacam- macam. Walaupun kedua negeri mempunyai kerjasama ekonomi yang sangat erat. Tetapi bermacam aspek keamanan, diplomasi, nilai dan anggapan sudah jadi sumber perselisihan yang terus tumbuh.
Salah satu pangkal perkara merupakan perbandingan dalam pendekatan terhadap urusan keamanan serta kebijakan luar negara. Secara aktif melaporkan sokongan terhadap ketentuan internasional menimpa kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan. Serta menolak beberapa klaim maritim yang terbuat Cina.
Sedangkan itu, Cina memandang langkah Australia selaku bagian dari orientasi yang lebih dekat ke aliansi Barat. Serta menyangka terdapatnya tekanan terhadap kepentingannya. Tidak hanya itu, perdagangan serta investasi pula jadi arena perselisihan. Pada tahun- tahun kemudian, Cina memberlakukan pembatasan serta tarif terhadap beberapa produk ekspor Australia.
Apa Kebijakan Yang diambil ?
Australia memperhitungkan langkah tersebut selaku tekanan ekonomi yang berkaitan dengan kebijakan politik serta diplomasi. Sedangkan Cina menyebut kalau Australia sudah melaksanakan langkah- langkah“ salah” yang butuh dikoreksi.
Diplomasi pula menampilkan isyarat memburuk. Terdapat tuduhan dari pihak Australia kalau kapal maupun pesawat militer Cina melaksanakan manuver yang dikira“ bertabiat tidak nyaman ataupun provokatif” di dekat daerah laut internasional.
Sebab dikira menutup investasi ataupun kerjasama teknologi dari Cina dan sebab keterlibatannya dalam aliansi keamanan dengan negeri Barat. Walaupun demikian, kedua negeri sesungguhnya pula sudah menampakkan kemauan buat membetulkan atmosfer ikatan. Dubes Cina di Australia menyebut kalau ikatan keduanya terletak“ di titik baru” serta terdapat sinyal kalau Beijing terbuka buat bekerja sama dengan pemerintah Australia.
Akhirnya, meski kerjasama ekonomi senantiasa berjalan serta kedua negeri masih silih memerlukan, konflik nilai, keamanan, serta anggapan strategis membuat ikatan China- Australia terus menjadi lingkungan serta“ memanas”. Australia wajib menyeimbangkan antara kepentingan ekonominya yang besar dengan Cina serta komitmennya pada aliansi serta prinsip keamanan regional. Begitu pula Cina, di satu sisi terbuka buat kerjasama, tetapi pada sisi lain senantiasa mempertahankan apa yang dianggapnya selaku“ kepentingan inti”. Sebab itu, tanpa langkah diplomasi yang teliti serta kesediaan buat kompromi, hingga ketegangan ini dapat meluas ke ranah yang lebih serius—bukan cuma ekonomi tetapi pula keamanan serta geopolitik.
