ONG39 – Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali mengalami bencana banjir yang menimbulkan kehancuran lumayan parah. Paling utama di kawasan hutan lindung yang sepanjang ini jadi wilayah penyangga area. Banjir tersebut terjalin sehabis hujan deras mengguyur daerah Mamasa sepanjang sebagian hari berturut- turut. Akibat derasnya arus air, suatu jembatan penghubung antar desa di kawasan hutan lindung tersebut hanyut terbawa arus. Sehingga akses transportasi masyarakat saat ini terputus.
Bagi data dari masyarakat setempat, banjir mulai menyerang pada dini hari kala sebagian besar penduduk lagi istirahat. Debit air bertambah tajam sebab curah hujan besar serta meluapnya sebagian anak sungai yang bermuara di wilayah hutan lindung. Material berbentuk lumpur, batu, serta batang tumbuhan turut terbawa arus deras sampai menimbulkan kehancuran pada infrastruktur dekat. Jembatan itu dikenal sebagai penghubung penting antara Desa Rantepuang dan Desa Mambi. Ada 2 daerah yang lumayan vital untuk kegiatan ekonomi warga.
Dampak Banjir
Kepala Desa Rantepuang berkata bahwa mereka baru saja memperbaiki jembatan tersebut beberapa bulan lalu menggunakan dana desa. Namun, derasnya banjir kali ini tidak dapat ditahan oleh pondasi jembatan. Masyarakat saat ini terpaksa memutar jalur sampai belasan km buat bisa menggapai desa lain. Tidak hanya itu, sebagian lahan pertanian di dekat sungai pula rusak parah serta terendam lumpur tebal.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Wilayah( BPBD) Mamasa sudah turun ke posisi buat melaksanakan pendataan. Serta menyalurkan dorongan darurat kepada masyarakat terdampak. Mereka pula memperingatkan warga supaya senantiasa waspada terhadap mungkin banjir susulan, mengingat keadaan cuaca yang masih tidak menentu. Pemerintah wilayah berencana melaksanakan revisi darurat terhadap jembatan yang hanyut supaya akses warga dapat lekas pulih.
Peristiwa ini jadi pengingat berarti hendak rapuhnya penyeimbang alam di kawasan hutan lindung Mamasa. Kegiatan pembalakan liar serta alih guna lahan yang terus bertambah. Mereka dituding sebagai salah satu pemicu berkurangnya energi serap air di kawasan tersebut. Para ahli area mengimbau supaya pemerintah lekas menguatkan pengawasan terhadap aktivitas di dekat hutan lindung. Dan memesatkan program reboisasi buat menghindari bencana seragam di masa mendatang.
Banjir di Mamasa ini bukan cuma bencana alam, namun pula peringatan keras kalau pelestarian hutan ialah kunci utama melindungi keselamatan manusia serta area.
