Disusul Oleh NTT Gempa Berkekuatan 6, 3 Tidak Berpotensi Tsunami

ONG39 – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami guncangan gempa bumi pada Senin pagi, dengan kekuatan magnitudo 6,3. Bersumber pada informasi dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjalin dekat jam 09. 12 Waktu indonesia tengah (WITA). Pusat gempa terletak di laut, dekat 120 km barat laut Kabupaten Alor, dengan kedalaman menggapai 18 km. Walaupun mempunyai kekuatan yang lumayan besar, BMKG membenarkan kalau gempa ini tidak berpotensi memunculkan tsunami.

Guncangan gempa terasa lumayan kokoh di sebagian daerah, semacam Kupang, Lembata, serta Flores Timur. Beberapa masyarakat pernah panik serta berlarian keluar rumah buat menyelamatkan diri. Tetapi, sehabis sebagian menit, suasana kembali terkontrol. Sampai saat ini belum terdapat laporan formal terpaut korban jiwa ataupun kehancuran bangunan secara signifikan. Pemerintah wilayah setempat mengimbau warga buat senantiasa waspada terhadap mungkin terdapatnya gempa susulan.

Penjelasan Kepala BMKG

Kepala Pusat Gempa Bumi serta Tsunami BMKG menjelaskan dalam keterangannya bahwa kegiatan sesar aktif di zona subduksi Laut Flores menyebabkan gempa ini. Dia menegaskan kalau gempa tipe ini universal terjalin di daerah NTT sebab wilayah tersebut tercantum dalam jalan cincin api (ring of fire) yang mempunyai kemampuan kegiatan seismik lumayan besar. Sedangkan itu, Tubuh Penanggulangan Bencana Wilayah (BPBD) NTT langsung bergerak kilat buat melaksanakan pemantauan di daerah terdampak. Sebagian sekolah pernah meliburkan aktivitas belajar sedangkan guna membenarkan keamanan area dekat.

Pemerintah wilayah pula menegaskan warga buat tidak gampang mempercayai data yang belum jelas sumbernya, paling utama yang menyebut terdapatnya ancaman tsunami ataupun gempa susulan besar. BMKG terus memantau pertumbuhan suasana serta hendak membagikan pembaruan bila terjalin pergantian signifikan. Peristiwa ini jadi pengingat untuk warga di kawasan rawan gempa buat senantiasa siap siaga serta menguasai prosedur evakuasi yang benar. Bimbingan kebencanaan menjadi hal penting supaya warga tidak panik saat menghadapi bencana alam. Dengan kesiapsiagaan serta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kita bisa meminimalkan akibat dari bencana seperti gempa bumi. Dengan kepastian bahwa gempa berkekuatan 6,3 ini tidak berpotensi tsunami, pihak berwenang mengharapkan warga tetap tenang dan waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang lainnya.

Berita Sebelumnya

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *