Menurut Pakar Pariwisata : Para Turis Yang Berkunjung Hanya Sekedar Penasaran Terhadap IKN

ONG39 – Sejak akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dibuka, jumlah kunjungan wisatawan terus menunjukkan peningkatan. Di balik lonjakan tersebut, sejumlah pakar pariwisata menilai bahwa sebagian besar wisatawan datang bukan karena daya tarik wisata yang sudah terbentuk. Melainkan hanya sekadar rasa penasaran terhadap pembangunan ibu kota baru Indonesia itu.

Pakar pariwisata Dr. Rahmat Wicaksono, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hal yang wajar di tahap awal pengembangan destinasi baru. Menurutnya, IKN saat ini masih dalam proses pembangunan infrastruktur utama. Sehingga daya tarik wisata yang bersifat alami maupun buatan belum terbentuk secara matang. “Sebagian besar turis yang datang ingin melihat langsung bagaimana pihak berwenang membangun proyek IKN, seperti apa konsep kotanya, dan sejauh mana mereka telah membuat progres. Jadi, lebih ke rasa penasaran, bukan wisata dalam arti sebenarnya,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan bahwa kalangan akademisi, pelajar, pejabat daerah, hingga investor saat ini lebih mendominasi kunjungan wisatawan ke IKN. Tujuan mereka bukan untuk berlibur, melainkan melakukan studi banding dan observasi terhadap proyek strategis nasional tersebut. Hal ini berbeda dengan destinasi pariwisata pada umumnya yang menawarkan atraksi, kuliner, serta pengalaman budaya yang kuat.

Pendapat Pakar Pariwisata

Meski begitu, Rahmat menilai pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan IKN sebagai destinasi masa depan yang berkelanjutan. “Kalau kita mengelolanya dengan baik, rasa penasaran itu bisa menjadi pintu masuk menuju pariwisata edukatif.” Pemerintah dapat mengemasnya dalam bentuk tur edukasi pembangunan hijau, teknologi smart city, hingga konsep kota hutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengakui bahwa potensi pariwisata di kawasan IKN sangat besar, terutama setelah pembangunan tahap pertama selesai. Pemerintah berencana mengembangkan sejumlah titik wisata seperti taman hutan kota, area konservasi, dan pusat kebudayaan lokal Kalimantan Timur.

Masyarakat sekitar pun berharap geliat pariwisata di IKN dapat membuka peluang ekonomi baru bagi penduduk lokal, terutama di sektor kuliner, penginapan, dan transportasi. Namun, para ahli mengingatkan agar pengembangan pariwisata di IKN tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, rasa penasaran wisatawan saat ini bisa menjadi pondasi kuat bagi tumbuhnya industri pariwisata yang sehat di masa depan.

Berita Sebelumnya

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *