ONG39 – Kalimantan Utara kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu pagi, 8 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,4 dan terjadi sekitar pukul 07.42 WIB. Pusat gempa terletak di darat pada koordinat sekitar 3,8 Lintang Utara dan 117,2 Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Wilayah yang paling merasakan guncangan berada di sekitar Kabupaten Malinau dan sekitarnya.
Menurut laporan awal BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena episentrumnya berada di darat dan memiliki kedalaman yang relatif dangkal. Meskipun demikian, masyarakat di sekitar pusat gempa sempat merasakan getaran cukup kuat selama beberapa detik. Sejumlah warga mengaku panik dan keluar dari rumah untuk mengantisipasi gempa susulan. Hingga kini, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Penjelasan Dari BMKG
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa aktivitas sesar lokal yang melintasi wilayah Kalimantan bagian utara kemungkinan besar menyebabkan gempa ini. Aktivitas tektonik di kawasan ini memang cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sejak awal tahun 2025, BMKG mencatat sudah terjadi beberapa gempa kecil dengan magnitudo antara 3 hingga 5 di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara langsung menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di lapangan. Mereka memastikan tidak ada kerusakan signifikan serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap tenang dan waspada. Masyarakat juga diingatkan untuk memeriksa kondisi bangunan, terutama bagian atap dan dinding, guna menghindari potensi bahaya jika terjadi gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Kalimantan dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa meskipun Kalimantan jarang mengalami gempa besar, wilayah ini tetap memiliki potensi aktivitas tektonik yang perlu diwaspadai. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemahaman terhadap langkah-langkah keselamatan menjadi hal penting dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.
Berita Sebelumnya
-
- Menteri Pertahanan Memimpin Operasi Penertiban Tambang Ilegal di Morowali
- Seorang Pria Warga Negara Korea Selatan Mengamuk di Dalam Sebuah Taksi Akibat Terjebak Macet Jakarta Selama 2 Jam
- Menurut Pakar Pariwisata : Para Turis Yang Berkunjung Hanya Sekedar Penasaran Terhadap IKN
- Terjadi Macet Parah di Jakarta,Mengakibatkan Kendaraan Tidak Bisa Bergerak
- Terjadinya Banjir di Bandung Menggangu Proses Belajar Mengajar Anak SD di Cisolok
- Terjadi Gempa di Aceh Sinabang Dengan Kekuatan Meter 4, 1
