ONG39 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dilaporkan melakukan kunjungan resmi ke Canberra, Australia, pada Rabu (12/11/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Australia yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tujuan utama kunjungan Presiden Prabowo adalah untuk melihat secara langsung kapal perang terbesar milik Angkatan Laut Australia.
Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, serta sejumlah pejabat tinggi militer dan diplomatik. Dalam sambutan hangatnya, PM Albanese menegaskan pentingnya hubungan strategis antara kedua negara di bidang keamanan dan pertahanan kawasan Indo-Pasifik. Ia juga menilai kunjungan Presiden Prabowo sebagai simbol kerja sama yang semakin kuat antara kedua negara yang bertetangga dekat ini.
Setelah upacara penyambutan, Presiden Prabowo langsung menuju pangkalan militer di dekat pelabuhan Sydney. Untuk mengunjungi kapal perang terbesar Australia, HMAS Canberra. Kapal tersebut merupakan kapal induk helikopter (Landing Helicopter Dock) yang memiliki kemampuan multifungsi. Mulai dari operasi militer, bantuan kemanusiaan, hingga penanggulangan bencana. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo mendapat penjelasan langsung dari komandan kapal mengenai sistem pertahanan, teknologi canggih, serta peran strategis kapal tersebut dalam menjaga stabilitas kawasan.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Australia memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang industri pertahanan, pelatihan militer, serta pertukaran teknologi maritim. Selain agenda militer, kunjungan Presiden Prabowo juga mencakup pertemuan bilateral dengan pemerintah Australia untuk membahas kerja sama ekonomi, pendidikan, serta isu lingkungan. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan yang saling menguntungkan di berbagai sektor.
Kunjungan ini menjadi salah satu momen penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan regional, terutama dalam menjaga keamanan maritim dan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional. Dengan kunjungan ke Canberra ini, Presiden Prabowo diharapkan mampu membuka babak baru hubungan strategis Indonesia–Australia yang lebih erat dan produktif di masa mendatang.
Berita Sebelumnya
- Rencana Menteri Keuangan Purbaya Mengenai Redenominasi Rupiah Apakah Memilik Dampak Bagi Indonesia ?
- KPK Sudah Menetapkan Bupati Ponogoro Sugiri Sancoko dan 3 Orang Lainnya Sebagai Tersangka Kasus Korupsi
- Gempa Kembali Terjadi di Kalimantan Utara Berkekuatan M 4,4
- Menteri Pertahanan Memimpin Operasi Penertiban Tambang Ilegal di Morowali
