ONG39 – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dunia dengan menyiapkan sekitar 20.000 prajurit TNI untuk kemungkinan pengiriman misi kemanusiaan dan perdamaian di Gaza. Langkah ini menjadi bagian dari sikap konsisten Indonesia yang selalu mendukung penyelesaian damai, penghentian kekerasan, serta perlindungan warga sipil di wilayah yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Sejumlah pejabat pertahanan menyampaikan persiapan tersebut, yang menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini bersifat misi perdamaian, bukan operasi militer ofensif. Artinya, seluruh prajurit yang disiapkan akan bertugas mendukung upaya stabilisasi, perlindungan kemanusiaan, dan bantuan logistik apabila misi resmi dari PBB dibentuk. Indonesia sendiri merupakan salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB di berbagai negara.
Prajurit dipersipakan dengan baik dan matang
Pelatihan tersebut meliputi kemampuan komunikasi, pengamanan area, bantuan medis dasar, penanganan pengungsi, hingga koordinasi dengan lembaga kemanusiaan internasional. Dengan demikian, pasukan Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi yang profesional, terukur, dan sesuai mandat jika nantinya diberangkatkan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil akan mengikuti prosedur resmi PBB. Saat ini, sejumlah negara tengah mendorong resolusi terkait pembentukan pasukan penjaga perdamaian untuk melindungi warga sipil dan memastikan jalur bantuan kemanusiaan dapat berfungsi dengan aman. Indonesia menjadi salah satu negara yang secara aktif menyuarakan pentingnya upaya internasional tersebut.
Selain penyiapan prajurit, Indonesia juga terus mengirimkan bantuan kemanusiaan, seperti obat-obatan, makanan, peralatan kesehatan, dan kebutuhan untuk anak-anak serta keluarga pengungsi.
Dengan kesiapan 20.000 prajurit TNI ini, Indonesia ingin menunjukkan bahwa komitmen terhadap perdamaian. Bukan hanya berupa pernyataan politik, tetapi juga langkah konkret. Pemerintah berharap bahwa situasi di Gaza bisa segera membaik melalui kerja sama internasional dan tercapainya solusi damai yang dapat melindungi seluruh warga yang terdampak.
Berita Sebelumnya
- Rencana Menteri Keuangan Purbaya Mengenai Redenominasi Rupiah Apakah Memilik Dampak Bagi Indonesia ?
- KPK Sudah Menetapkan Bupati Ponogoro Sugiri Sancoko dan 3 Orang Lainnya Sebagai Tersangka Kasus Korupsi
- Gempa Kembali Terjadi di Kalimantan Utara Berkekuatan M 4,4
- Menteri Pertahanan Memimpin Operasi Penertiban Tambang Ilegal di Morowali
- Seorang Pria Warga Negara Korea Selatan Mengamuk di Dalam Sebuah Taksi Akibat Terjebak Macet Jakarta Selama 2 Jam
- Menurut Pakar Pariwisata : Para Turis Yang Berkunjung Hanya Sekedar Penasaran Terhadap IKN
- Terjadi Macet Parah di Jakarta,Mengakibatkan Kendaraan Tidak Bisa Bergerak
- Terjadinya Banjir di Bandung Menggangu Proses Belajar Mengajar Anak SD di Cisolok
- Terjadi Gempa di Aceh Sinabang Dengan Kekuatan Meter 4, 1
- Terjadi Banjir di Kawasan Hutan Lindung Mamasa Yang Merupakan Jembatan Penghubung Hanyut
- Biro Travel di Jogja di Periksa KPK,Terkait Apa?
- Permasalahan China VS Australia Semakin Memanas
