Gunung Semeru dikabarkan Kembali Mengeluarkan Erupsi Hari Ini

ONG39 – Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian publik setelah dikabarkan mengeluarkan erupsi pada hari ini. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali meningkat, memicu kewaspadaan warga yang tinggal di kawasan lereng dan sekitarnya. Meski pihak berwenang melaporkan bahwa erupsi yang terjadi kali ini berintensitas sedang, mereka tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius yang dianggap berbahaya.

Menurut laporan sementara dari petugas pos pengamatan, kolom abu terpantau naik ke udara dengan warna kelabu. Meskipun demikian, kondisi ini masih dalam pemantauan intensif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Warga diminta Tetap Waspada

Warga di sekitar kawasan rawan bencana juga telah diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi lain seperti aliran lahar dingin, terutama jika terjadi hujan deras di area puncak. Jalur-jalur sungai yang berhulu di Semeru merupakan lokasi yang paling rentan mengalami aliran material vulkanik. Karena itu, masyarakat harus memantau informasi resmi untuk menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

Sementara itu, aktivitas sehari-hari masyarakat di beberapa desa masih berlangsung dengan relatif normal. Namun, sebagian warga memilih melakukan persiapan antisipasi seperti menutup perabot rumah dari paparan abu, menyiapkan masker, serta mengamankan hewan ternak.

Di sisi lain, pihak terkait telah menutup jalur pendakian Gunung Semeru sejak sebelumnya demi menjaga keselamatan para pendaki. Hingga kini, pihak PVMBG masih terus melakukan pemantauan dan pencatatan aktivitas vulkanik. Erupsi hari ini menjadi pengingat bahwa Gunung Semeru merupakan gunung api aktif yang dapat mengalami peningkatan aktivitas sewaktu-waktu.

Berita Sebelumnya

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *