Gibran Akan Membahas Mengenai AI dan Krisis Mineral di KTT G20 Yang Berlangsung di Johannesburg Expo Centre Afrika Selatan

ONG39 – Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang tahun ini digelar di Johannesburg Expo Centre, Afrika Selatan. Dalam forum internasional tersebut, Gibran akan membawa dua isu penting yang menjadi perhatian global, yaitu perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan potensi krisis mineral strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern.

Kehadiran Gibran di KTT G20 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan posisinya dalam dinamika global yang terus berubah. Di tengah persaingan teknologi antarnegara dan meningkatnya kebutuhan mineral kritis seperti nikel, litium, dan kobalt, Indonesia memiliki peran strategis sebagai salah satu pemasok utama bahan baku penting untuk industri energi dan digital dunia. Melalui forum G20, Gibran diharapkan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung pasokan mineral global, sambil memastikan pengelolaannya tetap berkelanjutan.

Gibran akan menyoroti bagaimana AI

Dalam pidatonya nanti, Gibran akan menyoroti bagaimana AI berkembang menjadi teknologi yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga membawa tantangan baru, termasuk etika penggunaan, keamanan data, dan potensi ketidaksetaraan ekonomi. Indonesia, menurut Gibran, juga bersiap memperkuat regulasi dan pengembangan talenta digital agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.

Selain isu AI, Gibran juga akan menyoroti krisis mineral yang mulai menjadi kekhawatiran banyak negara. Permintaan global untuk mineral kritis meningkat pesat seiring pertumbuhan kendaraan listrik, produksi baterai, dan kebutuhan industri teknologi tinggi lainnya. Di sisi lain, pasokan global menghadapi tekanan akibat geopolitik, pembatasan ekspor, hingga tantangan lingkungan.

Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, berupaya memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas pasokan mineral global. Dalam forum G20, Gibran dijadwalkan menawarkan kolaborasi yang lebih erat dalam rantai pasok mineral. Termasuk peluang investasi hilirisasi di Indonesia dan pengembangan teknologi pengolahan mineral yang lebih ramah lingkungan. Dengan membawa isu AI dan mineral kritis, Gibran menunjukkan bahwa Indonesia siap berkontribusi aktif dalam membentuk arah ekonomi global di masa depan.

Berita Sebelumnya

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *