Seorang Pria Warga Negara Korea Selatan Mengamuk di Dalam Sebuah Taksi Akibat Terjebak Macet Jakarta Selama 2 Jam

ONG39 – Sebuah insiden tak biasa terjadi di ibu kota pada Jumat sore (1/11/2025). Ketika seorang pria warga negara Korea Selatan dikabarkan mengamuk di dalam sebuah taksi setelah terjebak macet selama lebih dari dua jam. Peristiwa ini terjadi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, salah satu titik yang kerap mengalami kemacetan parah pada jam pulang kerja.

Keterangan Sopir Taksi

Menurut keterangan sopir taksi bernama Sutrisno, ia menyebutkan bahwa penumpangnya yang diketahui bernama Kim Jae-Hoon awalnya bersikap tenang. Saat perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kawasan Mega Kuningan. Namun, setelah perjalanan yang seharusnya memakan waktu sekitar satu jam berubah menjadi dua jam.

“Awalnya dia cuma mengeluh soal macet, tapi makin lama makin marah. Dia berteriak-teriak pakai bahasa Korea yang saya nggak ngerti. Lalu mulai memukul-mukul kursi depan dan dashboard,” ujar Sutrisno kepada awak media. Ia pun segera menepi dan meminta bantuan petugas keamanan setempat untuk menenangkan penumpang tersebut.

Keterangan Polisi

Petugas kepolisian dari Polsek Setiabudi yang datang ke lokasi menjelaskan bahwa Kim diduga mengalami stres. Akibat kelelahan dan frustrasi karena perjalanan panjang setelah penerbangan internasional. Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak berwenang tidak menemukan unsur kekerasan terhadap sopir ataupun kerusakan berat pada kendaraan.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta menyatakan telah mendapatkan laporan dan akan memberikan pendampingan kepada Kim. “Kami memahami situasi ini sebagai bentuk kelelahan dan ketidaktahuan terhadap kondisi lalu lintas Jakarta yang memang padat,” ungkap seorang perwakilan kedutaan.

Peristiwa ini kembali menyoroti parahnya masalah kemacetan di Jakarta yang sering kali membuat warga maupun pendatang merasa frustrasi. Berdasarkan data dari TomTom Traffic Index 2025, Jakarta termasuk dalam 10 besar kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di dunia, dengan waktu tempuh rata-rata perjalanan meningkat hingga 52 persen pada jam sibuk.

Para ahli transportasi menilai kejadian seperti ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk terus mencari solusi efektif, seperti peningkatan transportasi publik dan pengaturan lalu lintas yang lebih cerdas. Bagi warga dan wisatawan asing, kami menyarankan untuk memahami kondisi jalan di Jakarta dan menyiapkan waktu ekstra ketika bepergian.

Insiden Kim Jae-Hoon berakhir damai setelah petugas membawanya ke hotel tempatnya menginap. Ia telah menyampaikan permintaan maaf kepada sopir taksi dan berjanji untuk lebih sabar menghadapi kemacetan di Jakarta yang terkenal padat.

Berita Sebelumnya

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *